BOGOR, Moby.id – Rencana pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di wilayah Kayumanis, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, masih menuai beragam tanggapan dari masyarakat.
Mengutip pemberitaan Suarabogor.id, Ketua Komisi III DPRD Kota Bogor, Ahmad Aswandi, meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor untuk meningkatkan sosialisasi kepada warga terdampak.
Menurut Ahmad Aswandi, langkah sosialisasi yang lebih luas diperlukan agar masyarakat dapat memahami secara utuh manfaat serta sistem kerja teknologi PSEL.
“Sosialisasi kepada masyarakat sekitar Kayumanis perlu dilakukan lebih luas agar warga memahami manfaatnya,” ujar Ahmad Aswandi, sebagaimana dikutip dari Suarabogor.id.
Ia menjelaskan, meskipun nota kesepahaman (MoU) antara pemerintah terkait telah disepakati, komunikasi kepada masyarakat tetap menjadi hal penting dalam proses pembangunan.
Di sisi lain, sejumlah warga Kayumanis sebelumnya menyampaikan kekhawatiran terkait rencana pembangunan tersebut, khususnya mengenai potensi dampak lingkungan dan kesehatan. Kekhawatiran ini muncul seiring masih terbatasnya informasi yang diterima masyarakat.
Ahmad Aswandi menilai bahwa perbedaan persepsi masyarakat terhadap proyek ini perlu dijembatani melalui pendekatan yang lebih terbuka dan komunikatif dari pemerintah.
PSEL sendiri merupakan teknologi pengolahan sampah menjadi energi listrik yang dikembangkan dengan sistem yang lebih modern dan terkontrol dibandingkan tempat pembuangan akhir (TPA) konvensional.
Dalam konteks ini, DPRD Kota Bogor mendorong Pemkot agar meningkatkan komunikasi publik secara menyeluruh, sehingga masyarakat mendapatkan informasi yang jelas dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.